PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Perkembangan Indeks pembangunan manusia (IPM) untuk Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) tiap tahun selalu naik. Namun penaikannya merambat karena ada beberapa kendala.

Hingga saat ini, Kalteng berada di angka 69,79. Sebelumnya, pada 2013 IPM Kalteng di angka 67,41, pada 2014 naik 67,77 kemudian naik pada 2015 menjadi 68,53. Lalu pada 2016 naik menjadi 69,13. Dengan angka ini, kategori IPM Kalteng adalah sedang, karena dibawah 70,00.

Hingga 2016, dari 14 daerah di Kalteng hanya ada tiga daerah yang IPM nya berkategori tinggi. 11 daerah lainnya adalah kategori sedang. Baru pada 2017 ini ada tambahan satu kabupaten yang naik status menjadi ‘tinggi’ yaitu Kotawaringin Timur (Kotim).

“Jadi di 10 kabupaten ini yang harus berupaya menaikkan IPM-nya menjadi kategori tinggi, agar IPM Kalteng bisa naik status menjadi tinggi,” kata Kepala Bidang Statistik Sosial, Syafi’i Nur, Rabu (16/5/2018).

Seperti diketahui, Kabupaten Kotim IPM-nya meningkat pada 2017 meningkat menjadi 70,17 sehingga ‘naik kelas’ dari sedang menjadi tinggi. Ia berstatus sama dengan tiga daerah lainnya.

--page

Tiga daerah lainnya yang status IPM Tinggi adalah Barito Timur dengan IPM sebesar 70,33. Kemudian Kotawaringin Barat sebesar 71,13 dan Kota Palangka Raya sebesar 79,21.

Syafi’i menerangkan, pencapaian pembangunan manusia ini, diukur dengan memerhatikan tiga aspek esensial, daitu Dimensi Umur Panjang dan Hidup Sehat yang direpresentasikan umur harapan hidup.

Lalu dimensi Pengetahuan antara lain harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah. Dan terakhir adalah Dimensi Standar Hidup Layak yang direpesentasikan dengan jumlah pengeluaran perkapita masyarakat. (ROZIQIN/B-11)