BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Akibat ledakan yang terjadi di tiang dekat PLTU Kumai, Rabu (16/5/2018) sekitar pukul 18.30 WIB, aliran listrik di Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dan sekitarnya, padam total.
Sehingga momen salat tarawih pertama di bulan suci Ramadan 1439 Hijriah harus dilalui masyarakat dengan kondisi gelap gulita.
Manajer Rayon PLN Pangkalan Bun Drie Alsi Laksana menuturkan, ledakan itu disebabkan oleh seekor monyet yang tersetrum di tiang listrik dekat PLTU.
"Berdasarkan pengecekan teknisi kami di lapangan, posisi tiang listrik tersebut berada dekat pos security PLTU. Namun lantaran terkendara cuaca, penormalan masih belum dilakukan. Karena berbahaya bagi petugas kami," jelas Drie.
Karuan padamnya listrik jelang hari pertama ibadah puasa di bulan Ramadan menimbulkan komentar beragam dari warganet Pangkalan Bun di media sosial.
--page
Seperti yang diungkapkan warganet di grup Informasi Fasilitas dan Pelayanan Publik Pangkalan Bun.
Salah satu unggahan yang paling banyak mendapatkan komentar di grup tersebut berasal dari akun Facebook Indra Al Fian. Indra menulis, "Jelang awal puasa matlis di Pancasila... Yg lain gmn".
Atas unggahan itu, rata-rata warganet mengatakan bahwa di tempat mereka juga dalam kondisi gelap akibat padamnya aliran listrik. (KRIDA/B-3)








