SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sekretaris Daerah (Sekda) Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor meminta setiap satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) atau dinas menyiapkan 100 karung pasir guna memasang sabuk Pantai Ujung Pandaran yang kondisinya sudah darurat abrasi.

Karena, imbuh dia, hingga saat ini belum bisa dipastikan apakah dana darurat bencana bisa digunakan ketika status darurat abrasi di Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ditetapkan.

"Kalau tidak disetujui, nanti masing-masing SOPD memberikan 100 karung pasir," ujar Halikinnor, Kamis (17/5/2018)

Bantuan tersebut paling tidak dapat mengurangi terjangan ombak penyebab abrasi pantai. Penanganan ini setidaknya sambil menunggu bantuan kembali dari Pemerintah Pusat. 

Abrasi di Pantai Ujung Pandaran sudah berlangsung cukup lama. Bahkan sejumlah fasilitas yang ada di tempat tersebut banyak yang rusak hingga hilang. Seperti gajebo dan lainnya. 

--page

Tidak hanya itu, sejumlah rumah warga juga menjadi korban bencana abrasi. Di mana beberapa di antaranya roboh, sehingga warga tersebut harus pindah. 

"Kami berharap bantuan dapat secepatnya terealisasi. Namun kalau belum dapat juga, paling tidak bisa menahan abrasi dalam waktu beberapa bulan kedepan, dengan menggunakan pasir dari SOPD tersebut," kata Halikinnor. 

Saat ini yang terpenting adalah tidak ada korban jiwa akibat abrasi tersebut. Namun masyarakat tentunya harus waspada, agar tidak terkena dampak hingga diri menjadi korban. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)