BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Permintaan minyak kelapa sawit (CPO) diyakini dapat meningkat memasuki momentum bulan Ramadan dan Idul Fitri. Hal ini tentunya menjadi berkah tersendiri bagi emiten perkebunan.
"Secara musiman menjelang Ramadan dan Lebaran, volume permintaan CPO bertumbuh. Pasalnya, masyarakat di negara berpenduduk mayoritas Muslim cenderung meningkatkan konsumsi untuk berbagai keperluan," kata Head of Investor Relations PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO), Michael Kesuma, di Jakarta medio pekan ini.
Dari sisi operasional, menurut Michael, produksi CPO juga mengalami peningkatan pada April 2018 karena perbaikan cuaca. Di samping itu, SGRO melakukan intensifikasi kebun sehingga produktivitas CPO menanjak.
"Mulai Maret 2018, tren produksi CPO perusahaan mengalami peningkatan. Alhasil, SGRO masih on track untuk mencapai target pertumbuhan produksi tahun ini sebesar 15% hingga 20%," papar dia.
Dalam periode Januari hingga Maret 2018, produksi CPO perseroan turun 19% yoy menjadi 67.808 ton. Hal ini disebabkan masih adanya tantangan dari cuaca.
--page
"Kami melihat tren produksi naik sejak Maret 2018, karena kondisi cuaca juga membaik. Ke depannya tren akan meningkat. Ini berbeda dari 2017, karena puncak produksi terjadi bulan Januari, setelah itu cenderung menurun," tutur Michael. (NEDELYA RAMADHANI/m)








