BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) memprediksi permintaan minyak sawit mentah (CPO) perseroan dapat meningkat sebesar 10% selama Ramadan.
"Secara siklus tahunan permintaan minyak sawit memang terkerek saat Ramadan, karena kebutuhan rumah tangga yang juga meningkat. Biasanya sekitr 10% kenaikannya, karena permintaan pasar, dari refinery dan sebagian besar penjualan memang ke pasar domestik, ekspor kami hanya 20% dari total penjualan perseroan,” kata Direktur Utama Austindo Nusantara Jaya, Istini T. Siddharta, di Jakarta medio pekan ini.
Istini mengatakan perseroan memasarkan 80% produksi CPO di pasar lokal, dan belum berminat meningkatkan porsi ekspor.
"Saat ini, perseroan akan melihat insentif harga yang lebih baik antara pasar lokal dan domestik untuk memasarkan produk CPO," papar dia.
Selama kuartal I tahun ini, ANJT memproduksi 50.246 ton CPO dari 730.356 ton tandan buah segar (TBS). Pada periode tersebut, area tanam perseroan adalah 51.400 hektare dengan area tanam menghasilkan sebesar 39.900 ton.
--page
Sepanjang tahun ini, perseroan menargetkan produksi CPO sebanyak 219.000 ton, naik tipis 4% dari produksi 2017 yang sebesar 210.248 ton. Berdasarkan catatan perusahaan, harga CPO sepanjang tahun berjalan terus menunjukkan pelemahan.
Adapun, dari 20% porsi penjualan perseroan yang diekspor, dikapalkan ke India. (NEDELYA RAMADHANI/m)








