BORNEONEWS, Muara Teweh– Ketua panitia penyelenggara Pasar Wadai yang juga Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Barito Utara, Hajrannoor, menyebut seluruh pedagang yang berjualan di Pasar Wadai tidak dipungut biaya atau gratis.
“Kegiatan ini mendapatkan dukungan dari dunia perbankan dan dunia usaha yang ada di Kabupaten Barito Utara,” ucap Hajrannnor, Kamis (17/5/2018).
Ia menuturkan, Pasar Wadai tahun ini dilaksanakan dari 17 Mei hingga 14 Juni 2018. Pasar Wadai dibuka dari pukul 14.00-18.00 WIB di kawasan Water Front City, Kota Muara Teweh.
Tujuan pendirian pasar wadai, sebut dia, untuk memeriahkan dan menyemarakan bulan suci Ramadan 1439 Hijriah, sekaligus memberikan dorongan dan kesempatan bagi umat muslim yang mempunyai keterammpilan serta keahlian dalam membuat bermacam-macam kuliner, baik tradisional maupun jajanan pasar serta sayur siap saji untuk berbuka puasa.
Pada tahun ini, kata Hajranoor, Pemkab Barito Utara akan menyediakan 30 tenda untuk ditempati 60 pedagang. Dan sesuai aspirasi para pedagang lokasi bergeser dari tempat sebelumnya atau turun satu trap dengan pertimbangan kalau hujan lantai keramik tidak licin. (RAMADANI/B-3)








