BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Keberadaan Pasar Ramadan di sejumlah titik di Kota Pangkalan Bun dan Kumai, hendaknya menjadi motivasi bagi para pedagang untuk menampilkan keanekaragaman kue tradisional atau khas Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Imbauan itu disampaikan Bupati Kobar Nurhidayah saat meresmikan Pasar Ramadan di Lapangan Tugu, Kota Pangkalan Bun, Kamis (17/5/2018) sore.
"Banyaknya pedagang yang berjualan makanan siap saji. Ini menjadi salah satu motivasi masyarakat untuk bisa meningkatkan kebutuhan ekonomi mereka. Salah satunya menambah menu-menu kue khas atau tradisional Kobar untuk berbuka puasa," ungkap Bupati.
Sementara itu, pada pembukaan Pasar Ramadan, setidaknya ada tiga jenis kue khas Kobar yang dijual pedagang yakni wadai repare, putu mayang, dan wadai apam.
"Memang baru permulaan, nantinya mereka akan menjual kue-kue tradisional. Karena sering dijumpai juga wisatawan berbelanja kue di Pasar Ramadan," ujar Bupati lagi.
--page
Di sisi lain, Bupati nyampaikan bahwa Pasar Ramadan tersebar di beberapa titik. Seperti di Kelurahan Mendawai yang berjumlah 20 pedagang, di Kelurahan Baru sekitar 25 pedagang, di Bundaran Pancasila sekitar 30 pedagang, dan khusus di Lapangan Tugu sebanyak 60 pedagang.
Sementara itu, Nursehan, pedagang kue di Pasar Ramadan Lapangan Tugu, menuturkan bahwa jumlah pengunjung yang membeli dagangannya pada hari pertama puasa tidak begitu ramai.
Menurut dia, dagangan yang biasanya ramai pada hari pertama puasa yakni sejenis minum dingin, seperti es buah dan es kelapa. (ANDREANSYAH/B-3)








