JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kinerja emiten perkebunan diperkirakan membaik pada kuartal II tahun ini seiring dengan proyeksi tingginya permintaan CPO yang mendongkrak harga komoditas tersebut.

"Untuk kinerja emiten perkebunan sangat bergantung kepada pergerakan harga CPO global. Oleh karena itu, pendapatan perusahaan pada kuartal I tahun ini cenderung tergerus," kata Direktur Investa Saran Mandiri, Hans Kwee, dalam risetnya pekan ini.

Sentimen yang menekan harga CPO adalah pengenaan bea impor yang tinggi dari India, sebagai konsumen terbesar di dunia sehingga menekan prospek permintaan. Di samping itu, komoditas sawit mengalami kampanye negatif dari Amerika Serikat dan Uni Eropa.

"Pada kuartal II tahun ini, diperkirakan kinerja emiten perkebunan lebih baik dari triwulan sebelumnya seiring dengan meningkatnya harga CPO. Pasalnya, momentum Ramadan dan Lebaran mendorong permintaan produk berbasis kelapa sawit," papar Hans.

Hans menilai, dua saham perkebunan yang dapat diperhatikan adalah PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dan PT London Sumatra Plantations Tbk. (LSIP). 

"Kinerja kedua perusahaan cenderung bertumbuh stabil," ujarnya. (NEDELYA RAMADHANI/m)