BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas mengklaim, angka buta aksara di perkotaan nihil. Akan tetapi, untuk daerah terpencil yang di luar jangkauan pantauan Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, ia belum berani menjamin.
"Penyebab buta aksara pada anak yang di daerah terpencil karena ajakan orang tua untuk bekerja dan menyampingkan pendidikan formal bagi anak SD sehingga mereka mengalami buta aksara," kata Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas Muhammad Hasan, Jumat (18/5/2018).
Meskipun ada yang mengalami buta aksara, Dinas Pendidikan akan melakukan pendekatan secara kekeluargaan untuk menangani hal tersebut. Hal itu dilakukan agar mendapatkan persetujuan dari keluarga penderita aksara.
"Kita juga mendirikan sekolah satu atap di pelosok. Untuk usia SD buta aksara sudah tidak ada, sehingga kami berani menyatakan untuk tahun 2018 sampai 2019 buta aksara untuk usia SD nol persen," ucapnya. (HARDI/B-2)







