PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya –  Di sisi lain pesismistis sebagian kalangan terhadap pembangunan lahan untuk padi organik di Kalimantan Tengah (Kalteng) yang targetnya mencapai 300 ribu hektare, namun perlahan sudah ada perkembangan yang cukup bagus.

Untuk permulaan saja, sudah ada total 42.660 ha lahan padi organik di provinsi ini, sudah siap produksi. Jika dirinci lebih lanjut, 2.660 ha di antaranya sudah panen dan ada yang siap panen bulan depan. Sedangkan 40 ribu ha berupa lahan siap tanam.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPHP) Provinsi Kalteng, Sunarti mengatakan 40 ribu ha lahan panen itu tersebar di 11 kabupaten di Kalteng dengan luasan masing-masing berbeda.

“Ada 40 ribu ha itu sudah berupa cetak sawah baru atau luas tambah tanam (LLT) yang kita genjot. Dan itu siap tanam, siap tabur benih,” terang Sunarti, Jumat (18/5/2018).

Sedangkan yang sebanyak 2.660 ha yang sudah panen dan siap panen, tersebar di 13 kabupaten di Kalteng (minus Kota Palangka Raya).

--page

Khusus yang sudah panen ini, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) pada Dinas TPHP, Sumarli mengatakan produktifitas untuk padi organik di lahan percobaan itu cukup memuaskan.

“Sebagai contoh, ada lahan sekitar 75 ha di Kabupaten Barito Timur sudah panen. Itu hasilnya cukup bagus karena menghasilkan 8 ton per ha. Bibitnya pakai lokal. Ini kan menjanjikan karena biasanya (padi biasa) hanya 4-4,5 ton per ha,” katanya. (ROZIQIN/B-5)