SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Langkah Anggota Satpol PP yang mulai bersih-bersih kegiatan prostitusi selama bulan Ramadan didorong untuk terus dilakukan di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Anggota Komisi I DPRD Kotim, Syahbana menyebutkan kegiatan itu harus terus dilakukan dan jangan sampai tidak memberikan efek jera bagi pelaku usaha tersebut.

"Jangan sampai setelah ditertibkan mereka tetap saja beroperasi, bahkan kucing-kucingan dengan petugas," kata Syahbana, Minggu (20/5/2018).

Politisi Partai Nasdem ini menyayangkan kegiatan prostitusi di daerah ini masih saja terjadi. Ditutupnya lokalisasi beberapa waktu lalu nampaknya belum memberikan jaminan kegiatan itu tidak ada lagi di daerah ini.

Maka dari itu lanjut Syahbana kegiatan semacam itu harus rutin dilakukan dan berkelanjutan agar ada efek jera setelah adanya penertiban.

--page

Bahkan menurut Syahbana, Satpol PP harus tanggap dengan setiap permasalahan semacam itu agar apa yang jadi tugas mereka bisa berjalan dengan baik.

"Kita tidak ingin sampai masyarakat yang merasa resah bertindak. Peran Satpol PP sangat kita harapkan, karena mereka aparat pemerintah," tegasnya.

Syahbana juga meminta Satpol PP memetakan mana saja yang menjadi kawasan prostitusi agar ke depanya setelah ditertibkan mudah mengawasinya. Karena komitmen pemerintah pusat maupuan daerah tidak ada lagi prostitusi harus terealisasi. (NACO/B-6)