BORNEONEWS, Sampit - Masalah pertumbuhan penduduk di Kabupaten Kotawaringin Timur perlu penanganan yang serius karena itu sangat erat kaitannya dengan pelaksanaan program pembangunan daerah.
Pertumbuhan penduduk bisa berdampak negatif dan positif bagi daerah. Ketua Komisi III DPRD Kotim, Rudianur menerangkan dampak negatif pertumbuhan penduduk akan terjadinya persaingan untuk mendapatkan lapangan pekerjaan, adanya persaingan dalam mendapatkan pemukiman, meningkatnya jumlah kemiskinan dan rendahnya kesempatan pendidikan.
Sedangkan dampak positifnya adalah berlimpahnya sumber daya manusia (SDM) bisa meningkatkan produksi terutama dalam memenuhi sebuah kebutuhan serta meningkatkan solidaritas antar bangsa, dan kesempatan berwirausaha menjadi lebih besar.
"Maka dari itu kami meminta pemerintah daerah untuk mengantisipasi laju pertumbuhan penduduk. Lonjakan penduduk di Kotim terjadi selain akibat angka kelahiran juga karena adanya migrasi penduduk dari daerah lain terutama usai lebaran biasanya," kata Rudianur, Minggu (20/5/2018).
Akibat kurang terkendalinya laju pertumbuhan penduduk tersebut membuat bertambahnya angka kemiskinan dan tingkat pengangguran serta masalah-masalah sosial lainnya yang mungkin akan timbul.
--page
Lanjut Rudianur, laju pertumbuhan penduduk ini harus terus diantisipasi, sebab sepanjang tahun penduduk Kotim bertambah cukup signifikan.
"Kita tidak ingin tingginya angka kemiskinan dan pengangguran akan mengganggu stabilitas dan pembangunan di daerah. Untuk mengatasi hal itu, Pemkab Kotim harus memperhatikan program pengendalian pertumbuhan penduduk," tegasnya. (NACO/B-6)








