BORNEONEWS, Kasongan - Jalan Trans Kalimantan yang menghubungkan Kasongan-Kereng Pangi sekitar sepanjang 15 Km dinilai berbahaya bagi pengendara, terutama pemudik.
Pasalnya, di sepanjang jalur ini terdapat beberapa galian pembangunan gorong-gorong yang belum selesai.
Lainnya sebagian di jalan ini terdapat lubang menganga di tengah badan jalan dan banyak tikungan tajam serta lebar jalannya sebagian kecil sekitar 3 meter, sehingga kendaraan kesulitan saat berpapasan.
Pantauan borneonews.co.id Minggu (21/5/2018) bangunan gorong-gorong di Jalan Trans Kalimantan Kasongan-Kereng Pangi yang belum selesai ini masih ada sekitar 4 buah bangunan.
Tiga bangunan berada di Kasongan tepatnya di Km 1 ada 2 buah, kemudian di Km 4 ada 1 buah gorong-gorong. Satu bangunan gorong-gorong lainnya yang belum selesai berada di Km 18 Desa Banut Kalanaman.
--page
Pengendara yang hendak melintasi bangunan gorong-gorong harus bergantian. Karena separo lebar badan jalan, itu masih dalam tahap pengerjaan, sedangkan separo lainnya belum dikerjakan.
"Pengendara terutama para pemudik yang lewat jalur Kasongan-Kereng Pangi ini harus ekstra hati-hati, sebab ada beberapa titik bangunan gorong-gorong yang belum selesai sehingga mengakibatkan jalan menyempit," kata Asman, sopir angkutan penumpang jurusan Kasongan-Kereng Pangi.
Asman mengaku di sekitar bangunan gorong-gorong kalau malam hari tidak diberi lampu penerangan, sehingga gelap.
"Kalau yang sudah biasa lewat mungkin tidak terlalu bahaya, tapi bagi para pemudik yang jarang lewat jalur ini akan sangat berbahaya," imbuhnya. (ABDUL GOFUR/B-6)








