JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Isu politik pasca pemilihan umum (pemilu) di Malaysia diyakini tidak akan memberikan dampak negatif terhadap kinerja emiten produsen minyak kelapa sawit di Indonesia.

Seperti diketahui, beberapa perusahaan asal Malaysia telah menginvestasikan modalnya ke emiten kelapa sawit di Tanah Air. Pada April 2017 lalu, The Federal Land Development Authority (Felda) melalui anak usahanya, FIC Properties Sdn Bhd (FICP), melakukan aksi akuisisi 37% saham di PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT).

Akuisisi saham BWPT oleh perusahaan milik Malaysia tersebut tercatat sebagai investasi langsung terbesar ketiga di Indonesia pada tahun lalu. Nilai akuisisi itu mencapai US$505,4 juta atau setara Rp6,7 triliun.

"Terkait dengan situasi politik Malaysia tempat Felda berada, tidak akan banyak berpengaruh bagi pemegang saham publik saat ini. Risiko terburuk, jika pembelian Felda kembali dipermasalahkan (setelah pergantian rezim pemerintahan), maka dampaknya terhadap kinerja perusahaan relatif kecil karena transaksi akuisisi oleh Felda adalah transaksi antar pemegang saham," kata analis Senior PT Koneksi Kapital, Alfred Nainggolan, dalam risetnya.

Ke depan, menurut Alfred, BWPT diperkirakan akan membagikan dividen, yang merupakan profit yang dinanti bagi pemegang saham. Itu artinya BWPT mempunyai komitmen untuk bisa memperoleh laba.

--page

"Tiga tahun belakangan perseroan masih merugi, namun dengan pertimbangan tanaman yang masih muda berpotensi menghasilkan crude palm oil (CPO) dan tandan buah segar (TBS). Akuisisi Felda dilihat sebagai akuisisi yang cukup unik dan jeli melihat prospek ke depan. Pertimbangan matang inilah yang membuat Felda akan tetap mempertahankan posisinya di BWPT," papar dia. (NEDELYA RAMADHANI/m)