BORNEONEWS, Sampit - Pelanggan warung kopi pangku atau warung remang-remang di Sampit yang biasanya menjajakan cinta sesaat kebanyakan adalah buruh atau sopir.
Saat ini Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kotim terus membongkar warung remang-remang di Jalan M Hatta itu secara bertahap. Hal itu dilakukan karena digunakan untuk prostitusi terselubung.
Kami menyiapkan tempat dan perempuan, dan ini sudah berjalan lama," ujar AN, salah satu pemilik warung yang dibongkar oleh pihak Satpol PP, Senin (21/5/2018).
Menurut AN, pihaknya menyiapkan perempuan pemuas seks karena memang banyak pria yang berlangganan kepada mereka. Terutama dari kalangan buruh angkut dan juga para sopir yang sering mangkal di sekitar daerah tersebut.
"Banyak sopir dan buruh. Kalau pelajar tidak pernah terima," kata AN.
--page
AN mengatakan, saat ini pelanggannya sudah mulai sepi dari tahun-ketahun. Belum tahu penyebabnya, namun seringnya razia dari kepolisian dan Satpol PP juga salah satu menjadi pengaruhnya.
"Sering razia sih, makanya sudah pada jarang langganan datang kesini. Mereka mungkin takut. Dan penghasilan kami juga menurun drastis," terang AN.
Sebelum dibongkar oleh Satpol PP, kata AN, pendapatannya dalam sehari yakni sekitar Rp100 ribu saja. Itupun terkadang bisa tidak dapat sama sekali. Padahal sebelumnya sehari bisa mencapai Rp300 ribu lebih.
"Bisa tidak dapat dalam semalam itu. Kecuali langganan yang datang, baru bisa dapat uang lebih," ungkap AN.
Saat ini dirinya hanya pasrah dan belum tahu ingin berbisinis apa. Namu dirinya ada cita-cita ingin berjualan sembako dan hidup normal seperti orang biasanya. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








