BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) H Supriadi menegaskan bahwa ke depannya pembangunan harus lebih difokuskan ke daerah yang masih terisolasi.
Supriadi masih berharap akses jembatan dan jalan yang dijanjikan dari pemerintah pusat itu akan terealisasi. Artinya, Pemkab Kotim harus getol menagih janji pembangunan itu, kepala daerah harus mampu menyakinkan baik itu di eksekutif hingga legislatif agar di tahun anggaran berikutnya ada kucuran dana untuk pembangunan daerah terilosir tersebut.
Supriadi yakin kalau ada jalan dan jembatan maka persoalan di daerah terisolir akan bisa dan mudah teratasi, maka dari itu ia berharap dengan lobi ke pemerintah pusat bisa berjalan mulus.
Ia mengakui bahwa Kecamatan yang terisolir itu yakni di Pulau Hanaut. Meskipun letaknya tidak jauh, salah satu penyebabnya adalah lokasi geografis kecamatan itu berada di seberang Sungai Mentaya. Ditambah lagi dengan tidak adanya akses darat ke daerah tersebut.
Ia menyebutkan kecamatan Pulau Hanaut merupakan salah satu kecamatan yang mereka anggap tertinggal dari Kecamatan lainnya di Kotim.
--page
"Selain kurangnya perhatian juga karena sulitnya akses menuju lokasi pembangunan untuk desa-desa di kecamatan tersebut, “kata Supriadi, Senin (21/5/2018).
Supriadi mengakui bahwa pembangunan di sana akan lebih sulit dari daerah lain berkembang mengingat kontraktor atau rekanan tidak jarang enggan mengerjakan proyek yang di daerah itu. faktor utamanya karena biaya angkut material terlalu tinggi sedangkan nilai proyeknya kecil.
"Persoalan ini yang menjadi tugas pemerintah untuk memikirkannya," pungkas politisi Golkar tersebut. (NACO/B-5)








