BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Emiten perkebunan PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) mendapat berkah dari kenaikan permintaan produk kelapa sawit dan gula menjelang momen Ramadan serta Hari Raya Idul Fitri.
"Setiap momen bulan Ramadan dan Lebaran, permintaan produk minyak kelapa sawit dan gula cenderung meningkat. Oleh karena itu, perusahaan memacu produksi agar stok mencukupi kebutuhan pasar," kata Corporate Secretary Tunas Baru Lampung, Hardy, di Jakarta, Selasa (22/5/2018).
Di bisnis sawit, perusahaan mengekspor minyak goreng dengan merek Rose Brand dan minyak sawit mentah (CPO) ke Timur Tengah serta Singapura. Mayoritas produk yang dieskpor merupakan barang setengah jadi.
"Porsi ekspor biasanya 25% dari total pendapatan, selebihnya masih domestik," tutur Hardy.
Untuk penjualan gula dan minyak goreng dipasarkan ke distributor atau pertokoan. Adapun, produk CPO disalurkan ke perusahaan atau korporasi.
--page
Sementara itu, pada April hingga Mei 2018, perusahaan sudah meningkatkan kapasitas penyulingan gula rafinasi menjadi 900 ton per hari dari sebelumnya 600 ton per hari. TBLA telah menjalankan fasilitas baru itu hingga 100%.
"Penyulingan gula baru mulai jadi April hingga Mei tahun ini dengan kapasitas maksimal 900 ton. Kita sudah bisa utilisasi hingga 100%, selama ada bahan bakunya, bisa jalan 100%," papar Hardy.
Untuk bahan baku gula rafinasi, lanjut Hardy, pihaknya mengimpor dari Thailand, Australia, dan sejumlah negara di Amerika Latin. Pada 2018, TBLA mendapatkan kuota impor awal sejumlah 75.000 ton.
"Kuota impor biasanya bisa 4 kali hingga 5 kali diberikan oleh pemerintah. Pada 2017, impor gula mentah perseroan mencapai 294.000 ton," ujarnya. (NEDELYA RAMADHANI/m)








