JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kinerja dan prospek apik PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) menjadi salah salah satu saham yang direkomendasikan tim analis PT Valbury Sekuritas Indonesia. 

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (22/5) diperkirakan bergerak pada level support 5.707 dan resistance 5.774.

"Kenaikan bursa saham global pengaruhnya bagi IHSG hanya sekadar menahan dari keterpurukan agar tidak lebih dalam," ungkap Riset PT Valbury Sekuritas Indonesia di Jakarta, Selasa (22/5/2018).

Valbury menambahkan, tekanan bagi indeks berpotensi kembali terjadi karena masih dibayangi pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS. 

Untuk kondisi global, AS dan Tiongkok menunda perang dagang setelah mencapai kesepakatan dalam KTT yang berlangsung di Washington. 

--page

AS dan Tiongkok sepakat secara substansial mengurangi defisit perdagangan antar kedua negara, namun tidak berkomitmen memotong kesenjangan dengan jumlah tertentu.

Untuk saham yang layak diperhatikan pada perdagangan hari ini antara lain PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM).

Bagi Sawit Sumbermas Sarana, perusahaan ini selain memiliki kinerja bagus, juga diuntungkan dengan kenaikan harga CPO dalam beberapa sesi belakangan ini. 

Adapun harga minyak sawit mentah (CPO) pada perdagangan Senin (21/5/2018), ditutup melemah tipis setelah dua sesi sebelumnya menguat. Pelemahan itu dipengaruhi oleh lemahnya data ekspor minyak sawit Malaysia.

Harga acuan CPO untuk kontrak Agustus di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 0,2 persen menjadi 2.446 ringgit ($614,88) per ton.

--page

Pada sesi sebelumnya, harga CPO naik 1,3 persen menjadi 2.481 ringgit, yang didorong menguatnya harga minyak kedelai di AS dan melemahnya ringgit Malaysia.

Di sisi lain, Emiten perkebunan PT Sawit Sumbermas Sarana sebelumnya menyatakan akan menambah lahan kebun sawit milik plasma seluas 2.000 hektare (ha). 

"Jika terealisasi, total luas kebun plasma kami akan naik menjadi sekitar 14.000 ha," kata Chief Financial Officer Sawit Sumbermas, Nicholas Justin Whittle, dalam keterangan tertulisnya, beberapa waktu lalu.

Selain penambahan luas kebun dan peningkatan produksi sawit, SSMS akan menggelar ekspansi di lini pengolahan minyak sawit. Perusahaan tersebut akan menambah tiga unit pabrik pengolah kelapa sawit.

"Saat ini, Sawit Sumbermas memiliki enam unit pabrik dengan total kapasitas produksi sebesar 375 ton per jam. Tambahan pabrik tersebut akan meningkatkan kapasitas produksi menjadi sekitar 540 ton per jam pada 2020," papar Nicholas. (NEDELYA RAMADHANI/m)