PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya- Beberapa hari lalu, kepala UPT Museum Balanga, disaksikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah, Guntur Talajan, menerima barang pusaka dari keluarga pemiliknya.

Benda pusaka itu berwujud dua buah mandau atau senjata khas Suku Dayak, penyang, dan babasal.

"Baru kita terima sepasang mandau yang unik dan memiliki nilai sakral, religi. Selain itu, diserahkan juga satu buah tampung penyang dan babasal. Penyang ini memiliki kekuatan magis dan religi yang luar biasa," kata Guntur Talajan kepada Borneonews, Selasa (22/5/2018).

Penyang itu, menurut Guntur, dipercaya dapat membuat seseorang menjadi sakti, kuat, berani, dan yang paling utama lawan atau musuh akan menjadi lemah, kalah, tunduk, dan menyerah jika berhadapan dengan pemiliknya.

"Sedangkan babasal ini untuk menjaga badan, ketahanan, kebal, menghalau dari roh-roh yg negatif atau iblis. Juga membuat seseorang sakti dan berwibawa," sambung Guntur lagi.

--page

Sejumlah benda pusaka itu, menurut Guntur Talajan, saat ini telah menjadi koleksi Museum Balanga dan diyakini bakal dicari oleh para wisatawan.

"Dari cerita makna dan manfaat, juga edukasi, ilmu penelitian, pelestarian, kekayaan, kearifan lokal Suku Dayak Kalteng yang masih terjaga dan tersimpan sampai sekarang, ini yang tentunya dicari oleh wisatawan," sebut dia.

Guntur Talajan yang juga merupakan tokoh Dayak Ot Danum Kalteng, melanjutkan bahwa Museum Balanga masih terbuka bagi masyarakat atau keluarga suku Dayak yang ingin menyerahkan barang-barang pusaka, sejarah, atau warisan. (TESTI PRISCILLA/B-3)