JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Fenomena peningkatan harga minyak dunia belakangan ini, yang salah satunya dipicu oleh sanksi Amerika Serikat terhadap Iran, telah memberikan sentimen positif terhadap berbagai harga komoditas.

Harga minyak Brent global yang mendekati level US$80 per barel telah menggerakkan harga sejumlah komoditas, seperti minyak sawit mentah (CPO).

"Kenaikan harga CPO tersebut akan berdampak positif bagi perusahaan perkebunan. Kenaikan harga CPO mampu mengerek performa emiten-emiten yang berkecimpung di industri kelapa sawit, yang akan mengerek harga sahamnya," kata Kepala Riset Narada Kapital, Kiswoyo Adi Joe, dalam risetnya pekan ini.

Kiswoyo menilai, untuk saat ini konfirmasi kenaikan harga saham CPO belum terlihat. Pasalnya, kenaikan harga CPO belum berlangsung lama. 

"Manakala kenaikan harga sudah berlangsung cukup lama, dampaknya terhadap kinerja keuangan emiten baru akan lebih terasa. Setelah itu baru harga saham emiten CPO akan mengalami lonjakan yang signifikan," papar dia.

--page

Jika bicara prospek, lanjut Kiswoyo, sektor perkebunan sawit tergolong bagus ke depannya. Sebab, keuntungan di sektor ini sebenarnya besar, mengingat margin yang didapat perusahaan per metrik ton cukup tinggi.

"Kinerja beberapa emiten perkebunan di kuartal I tahun ini yang masih kurang merupakan hal yang wajar, karena beberapa emiten memiliki usia pohon sawit yang tua dan ada pula yang memiliki usia pohon yang masih relatif muda," ujarnya.

Kiswoyo mengatakan, saat ini ada dua emiten sawit yang layak dicermati, yakni PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) dan PT Gozco Plantations Tbk (GZCO). Dua emiten ini memiliki usia pohon kelapa sawit yang masih muda dan baru melewati usia 7 tahun. 

"Memang dua emiten ini masih mencatatkan kerugian saat ini. Namun tahun ini kedua emiten tersebut bakal mencatatkan keuntungan," tutur Kiswoyo.

Karena itu, Kiswoyo memberikan rekomendasi buy untuk saham BWPT dan GZCO. Ia mematok target harga masing-masing Rp350 dan Rp150 per saham hingga akhir tahun. (NEDELYA RAMADHANI/m)