BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Seiring momentum puasa dan Lebaran, pendapatan PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) berpotensi meningkat pada kuartal II tahun ini dari triwulan sebelumnya.
"Per Maret 2018, perusahaan membukukan pendapatan Rp2,14 triliun, turun 4,29% year on year (yoy)," kata Corporate Secretary Tunas Baru Lampung, Hardy, di Jakarta, medio pekan ini.
Kendati sedikit melesu pada kuartal I tahun ini, TBLA masih menargetkan pertumbuhan pendapatan tahun ini sekitar 10% hingga 15% yoy.
"Artinya, penjualan perusahaan pada 2018 diperkirakan mencapai Rp9,87 triliun hingga Rp10,31 triliun dari 2017 yang senilai Rp8,97 triliun. Kami masih on track untuk mencapai target tersebut," papar Hardy.
Hardy menambahkan, komposisi pendapatan dari bisnis gula diperkirakan meningkat menjadi 40% pada 2018 dari tahun sebelumnya sekitar 35%. Adapun, selebihnya masih berasal dari bisnis minyak sawit.
--page
Sebelumnya, emiten perkebunan ini menyebutkan mendapat berkah dari kenaikan permintaan produk kelapa sawit dan gula menjelang momen Ramadan serta Hari Raya Idul Fitri.
"Setiap momen bulan Ramadan dan Lebaran, permintaan produk minyak kelapa sawit dan gula cenderung meningkat. Oleh karena itu, perusahaan memacu produksi agar stok mencukupi kebutuhan pasar," kata Corporate Secretary Tunas Baru Lampung, Hardy, di Jakarta, Selasa (22/5/2018).
Di bisnis sawit, perusahaan mengekspor minyak goreng dengan merek Rose Brand dan minyak sawit mentah (CPO) ke Timur Tengah serta Singapura. Mayoritas produk yang dieskpor merupakan barang setengah jadi.
"Porsi ekspor biasanya 25% dari total pendapatan, selebihnya masih domestik," tutur Hardy.
Untuk penjualan gula dan minyak goreng dipasarkan ke distributor atau pertokoan. Adapun, produk CPO disalurkan ke perusahaan atau korporasi. (NEDELYA RAMADHANI/m)








