BORNEONEWS, Palangka Raya - Pencairan honor atau insentif guru tidak tetap (GTT) di Kalimantan Tengah (Kalteng) terlambat, namun ada alasan dibalik keterlambatan ini.
Meski akhirnya Gubernur Kalteng Sugianto Sabran memerintahkan proses pencairan insentif untuk ribuan guru dimulai hari ini juga untuk Januari-Mei 2018.
Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Slamet Winaryo kepada Borneonews, Rabu (23/5/2018) menjelaskan di balik keterlambatan ini karena proses uji kompetensi guru bagi para GTT berikut pemberkasannya.
Sementara jumlah GTT ini mencapai 2.684 orang, sehingga wajar memerlukan proses yang memakan waktu tidak sebentar.
"Keterlmbatan ini semata-mata dikarenakan adanya proses uji kompetensi bagi GTT dan pemberkasannya agar kualitas dan profesionalisme GTT meningkat dan juga pelayanan pembayaran honor melalui bank dapat terlaksana baik karena tidak ada kesalahan data lagi," bebernya.
--page
Namun Slamet menandaskan pada bulan depan dan seterusnya dipastikan akan lancar, pembayaran dilakukan tiap bulan.
Dia mengimbau para GTT terus menambah semangat kinerja dalam mendidik dan mencerdaskan putra-putri Kalteng.
"Harapan kita adalah agar para GTT terus bekerja lebih semangat dan profesional untuk meningkatkan dan mencapai pendidikan yang bermutu, relevansi, dan berdaya saing untuk terwujudnya Kalteng BERKAH," tutupnya. (ROZIQIN/B-6)








