BORNEONEWS, Palangka Raya - Meskipun berharap banyak perempuan bisa terlibat di lembaga legislatif, Ketua Presidium KPP Parlemen RI Gusti Kanjeng Ratu Hemas mengakui tahun politik 2019 membuat posisi perempuan sulit.
"Dengan perubahan sistem penghitungan suara Pileg (pemilihan legislatif) 2019 ini peluang perempuan semakin sulit," kata Ratu Hemas, Selasa (23/5/2018).
Selain pencalonan minimal 30 persen, sistem Pileg 2019 juga mengatur penempatan perempuan di daftar calon, yaitu setiap tiga nama paling kurang terdapat satu perempuan.
Meskipun begitu, Ratu Hemas mengingatkan perempuan harus tetap punya komitmen dengan ketua-ketua partai politik.
"Jadi ketua partai politik di Kalteng ini harus disambangi oleh ibu-ibu kaukus perempuan parlemen dan ini menjadi satu pelibatan perempuan agar lebih banyak di lembaga legislatif," tambahnya.
--page
Ratu Hemas juga tidak menampik ada kemungkinan pemilihan kepala daerah juga berimbas partai politik di daerah masing-masing.
Dia juga mengingatkan perempuan selalu punya kekuatan yang sama dan harus bersatu agar perempuan mempunyai banyak kekuatan memajukan bangsa. (GAZALI/B-5)








