BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Nurhidayah memberikan jawaban atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD tentang mahalnya harga elpiji pada sidang paripurna, Rabu (23/5/2018).
Menurut Bupati, harga elpiji 3 kg di wilayah Kecamatan Arut Selatan dan sekitarnya yang sempat mencapai Rp40 ribu karena jembatan di ruas jalan menuju Sampit yakni Jalan Ahmad Yani Km 151 rusak.
"Jembatan tersebut saat ini sudah dilakukan perbaikan, namun agen elpiji di Pangkalan Bun masih membeli langsung ke Stasiun Pengisian yang ada di Sampit," terang Bupati dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekda Kobar Masradin.
Meskipun sudah diperbaiki, lanjutnya, jembatan yang menghubungkan Pangkalan Bun dan Sampit tersebut belum bisa dilewati kendaraan tangki elpiji yang bertonase menencapai 8 ton.
Akibatnya, agen elpiji menambah biaya transportasi sehingga harga di masyarakat mengalami kenaikan.
--page
Kemudian, menjawab pemandangan umum pada sidang sebelumnya yang disampaikan Fraksi Gerindra melalui juru bicaranya Machfud Afandi, Nurhidayah juga menjelaskan bahwa untuk pembelian dan pendistribusian elpiji, Pemkab Kobar telah mengatur melalui beberapa surat edaran.
Di antaranya Surat Edaran Bupati No.540/154/ekonomi, tanggal 20 September 2017 tentang imbauan kepada unsur TNI dan Polri untuk tidak membeli elpiji 3 kilogram bersubsidi. Kemudian, Surat Edaran No. 540/144/ekonomi tanggal 20 September tentang imbauan agar masyarakat yang berstatus sebagai PNS, ASN, BUMD dan BUMN tidak diperbolehkan membeli elpiji 3 kg yang bersubidi. (MASROHAN/B-2)








