PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemadaman bergilir di Palangka Raya menjadi perhatian berbagai instansi, termasuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang menilai Kalteng memungkinkan mempunyai listrik sendiri.

"Itu memungkinkan saja jika kita mempersiapkan segalanya mulai sekarang seperti pembangkit listrik," ujar Anggota Komisi C Dewal Rawing, Rabu (23/5/2018).

"Peluang itu ada, PLTU (Pemabangkit Listrik Tenaga Uap) kita ada batu bara, PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) kita banyak jeram, tinggal kita menyiapkan rencana," tambahnya.

Bahkan DPRD Kalteng sempat dua kali mengkaji kemungkinan pembuatan PLTA di riam Jerawi Kabupaten Katingan dan secara teknis cukup memadai.

Meski begitu, Dewal Rawing menilai halangan utama pembangunan listrik di Kalimantan Tengah adalah biayanya yang sangat mahal. Diperkirakan hampir Rp1 triliun khusus untuk pembangunan PLTA.

--page

Dewal berharap listrik segera kembali normal karena juga sangat berpengaruh pada ekonomi masyarakat. (RAHMAT GAZALI/m)