PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Penyebaran HIV/AIDS oleh penderita pasif yang berada di tengah masyarakat lebih berbahaya, karena keberadaannya tidak terpantau oleh siapapun.

Korban penularan yang tidak terpantau biasanya hasil dari perilaku seks bebas, kemudian menularkan ke istri atau sebaliknya.

“Ini yang berbahaya, jangan sampai menyebar kemana-mana," kata Kepala Seksi Pencegahan Pngendalian Penyakit Menular (P2KP) Dinas Kesehatan Kotawaringin Barat (Dinkes Kobar) Herdadi di kantornya, Kamis (24/5/2018).

Pemantauan oleh Dinkes melalui survei ke lokalisasi hanya untuk PSK saja, padahal bagi penjaja seks yang sudah tertular di lokalisasi dan membawa virus tersebut di tengah keluarga dan masyarakat.

“Tahu tahu masuk rumah sakit dan kondisinya sudah parah karena HIV/AIDS, padahal sebelumnya sudah sempat menularkan virusnya pada orang lain," ujar Herdadi.

--page

Selama ini, pihaknya melakukan jejaring bersama dengan rumah sakit, dan puskesmas. Apabila ditemukan, pihaknya bersama-sama dengan Komisi Perlindungan AIDS Daerah (KPAD) melakukan langkah untuk mengatasinya.

Langkah tersebut, kata Herdadi, berkaitan dengan pengobatan akan diserahkan ke puskesmas atau rumah sakit, sedangkan untuk bimbingan menjadi tanggung jawab KPAD. (MASROHAN/B-2)