KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan- Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Katingan, Roby, menuturkan ada beberapa permasalahan dalam pengelolaan aset di Bumi Penyang Hinje Simpei.

Permasalahan itu di antaranya pengelolaan dan penatausahaan persediaan pada perangkat daerah di Kabupaten Katingan yang belum memadai. Karena belum dilakukan penyesuaian terhadap pedoman yang mengatur pengelolaan barang persediaan.

Kemudian, belum adanya penetapan standard barang dan kebutuhan daerah (pengadaan dan pemeliharaan).

Berikutnya, belum memadainya penatausahaan aset tetap dan persediaan yang berasal dari perolehan lainnya yang sah. Aset senilai Rp174,999 miliar belum dihapuskan, sesuai daftar aset lain-lain yang belum dihapuskan.

Selanjutnya, penyajian dan pengungkapan beban persediaan belum memadai, pengawasan dan pengendalian barang milik daerah belum memadai, serta pencatatan atas belanja pemeliharaan dan rehabilitasi belum tercatat sebagai penambah masa manfaat aset tetap. (ABDUL GOFUR/B-3)