SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi I DPRD Kotawaringin Timur, H Abdul Khalik mengakui munculnya komunitas anak jalanan atau anak punk di Kotim kian meresahkan bahkan selain itu penampilan mereka tidak mencerminkan budaya daerah ini.

Dia mendesak  agar Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kotim harus tegas dan segera menertibkannya agar tidak semakin parah kedepannya.

Menurut Khalik komunitas itu sering muncul di sekitar Taman Kota dan pasar Blauran. Tidak hanya satu komunitas tetapi juga ada komunitas lainnya. 

Gejala  masalah sosial itu harus ditanggulangi sejak dini. Sebab, jika terlanjur sudah mengakar dan memiliki jumlah keanggotaan yang banyak maka sulit ditangani. 

Khalik mencontohna pola penanganan  geng remaja oleh jajaran Polres Kotim. Dia mengapresiasi, penanganan sedini mungkin itu akhirnya tidak membuat jumlah geng itu menjamur.

"Tertibkan dari sekarang, Satpol PP bisa menggandeng Dinas Sosial," tegas politisi PKB itu, Sabtu (26/5/2018).

--page

Selama ini menurutnya masyarakat sudah mengakui bahwa munculnya komunitas anak jalanan itu membuat mereka merasa diresahkan. Pemerintah  tidak bisa berdiam diri melihat fenomenal demikian.

"Penampilan anak jalanan atau punk itu sangat menyeramkan tidak sesuai dengan budaya kita masyarakat Kalteng," pungkasnya. (NACO/B-5)