PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Meskipun sempat dapat donatur berupa untuk pengobatan Adilia Permata Aninda yang menderita kanker hati, namun ternyata uangnya malah dibawa kabur oleh salah satu pengurus sebuah yayasan di Jakarta.

Orangtua Adilia Permata Aninda, Lili Sukmawati, hanya bisa menangis saat mengingat uang donatur untuk pengobatan anaknya dibawa kabur oleh oknum tidak bertanggung jawab yang mengaku sebagai pengelola yayasan tersebut.

Adilia yang sebelumnya berobat di RSUD dr Sylvanus Palangka Raya semestinya dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta untuk menjalani operasi.

Namun, saat ini Adilia, kembali harus dipulangkan ke Palangka Raya karena uang donasi pengobatan sudah tidak ada.

"Keadannya sangat memprihatinkan, matanya sudah mulai menguning dan harus segera mendapatkan transpalansi hati," ujar Lili dengan mimik sedih, Sabtu (26/5/2018).

--page

Pihak RSCM terpaksa memulangkan keluarga Lili karena tidak punya jaminan biaya berobat karena suaminya tidak punya pekerjaan tetap dan menyarankan untuk memperbaiki sosial (pekerjaan) terlebih dahulu.

Untuk membantu pengobatan, rencananya aliansi mahasiswa melakukan penggalangan dana ke beberapa titik di Palangka Raya.

"Saat ini keluarga Lili sangat berharap agar ada relawan yang mau mendonasikan sebagian hartanya karena Adilia beberapa hari ini selalu menangis kesakitan," ujar Asita, Perwakilan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Palangka Raya. (GAZALI/B-5)