BORNEONEWS, Muara Teweh – Dinas Pertanian Barito Utara mulai mengembangkan program sinergitas antara pertanian dan peternakan.
Kepala Dinas Pertanian Barito Utara, Setia Budi mengatakan prgogram ini untuk memaksimalkan hasil produksi dan menekan biaya produksi yang dikeluarkan petani.
“Salah satu contoh program ini yakni di Parang Kampeng, Kecamatan Teweh Tengah yang membudidayakan ayam petelor dengan pakan dari jagung hibrida yang melimpah,” kata Setia Budi, Sabtu (26/5/2018).
Dia menjelaskan peternakan ini merupakan bentuk sinergitas antara budidaya jagung hybrida dan ternak, karena memanfaatkan produksi jagung yang melimpah sebagai pakan utama, sehingga biaya produksi bisa ditekan.
"Dalam satu bulan pemilik peternakan, Surianto memerlukan 3.5 ton jagung dengan produksi telur rata-rata 70 Kg per hari. Dengan membeli pakan dari dalam daerah memungkinkan akan penekanan biaya produksi petani,” jelasnya. (RAMADHANI/B-6)








