PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah berupaya melindungi petani dari kerugian akibat perubahan cuaca hingga gagal panen, salah satunya melalui asuransi.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Sunarti mengatakan pengembangan asusransi pertanian yang direncanakan ke depan dikembangkan mencakup banyak hal.

“Yaitu pertama, komoditas yang diasuransikan adalah tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan. Kedua, mengakomodasi semua calon peserta asuransi pertanian,” kata Sunarti, Minggu (27/5/2018).

Dia menambahkan, yang ke tiga yakni mengakomodasi model-model asuransi antara lain berbasis indemnitas, berbasis hasil, dan indeks cuaca.

“Serta mengakomodasi risiko-risiko yang harus ditanggung asuransi pertanian seperti risiko banjir, kering dan OPT, risiko kebakaran, kematian, serangan penyakit, risiko kecelakaan, risiko kehilangan, dan risiko kerusakan karena faktor cuaca,” beber Sunarti.

--page

Sebelumnya, mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalteng ini mengakui fenomena turunnya jumlah petani. Padahal di sisi lain, banyak stimulan diberikan kepada masyarakat petani.

Turunnya jumlah petani, menurutnya bukan karena kurangnya bantuan. Pemerintah bahkan membantu stimulan baik alat mesin pertanian (Alsintan), bibit bahkan pupuk. Turunnya jumlah petani ternyata bukan hanya di Kalteng tetapi menimpa secara nasional. Faktor penyebabnya, yakni daya tarik untuk bekerja di bidang pertanian. (ROZIQIN/B-11)