PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Beberapa transmigran memiliki kebiasaan buruk, yakni pulang ke daerah asal setelah jaminan hidup dari pemerintah habis.

Jaminan hidup yang dimaksud adalah bahan makanan, seperti beras dan lauk pauk, yang diberikan pemerintah kepada transmigran selama setahun.

Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kotawaringin Barat (Nakertrans Kobar) Akhmad Yadi, alasan mereka pulang karena tidak tahan hidup di daerah baru.

"Ada beberapa warga transmigrasi karena berasal dari daerah perkotaan yang tidak mengenal bercocok tanam mereka tidak betah,"  kata Akhmad Yadi, Senin (28/5/2018).

Sebetulnya hal seperti itu tidak akan terjadi ketika transmigran mempunyai semangat perjuangan yang tinggi untuk mengubah masa depannya.

--page

Untuk unit penempatan transmigrasi yang ada di wilayah Kobar, biasanya mereka memanfaatkan Lahan Usaha (LU) 2 untuk ikut dalam program plasma kelapa sawit.

"Kalau dirawat dengan bagus kan di tahun ketiga tanaman sawit sudah bisa produksi. Waktu tiga tahun itu cepat saja," tegas Akhmad Yadi. (MASROHAN/B-2)