PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya– Mahalnya harga tiket pesawat selama arus mudik Lebaran perlu mendapat tanggapan otoritas setempat. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalteng Ati Mulyati pernah menyebut opsi tambahan penerbangan atau extra flight untuk slot keberangkatan dari beberapa kota di Kalimantan Tengah.

Ini karena tiket pesawat dari beberapa kota secara direct (langsung) sudah ludes sejak H-7 Lebaran. Khususnya pesawat dengan tujuan Surabaya. Yang tersisa hanya penerbangan yang bukan lagi direct tetapi transit lebih dulu.

Konsekuensinya, penumpang harus membayar harga dua kali lipat karena transit. Rata-rata harus transit ke Jakarta terlebih dulu, baik yang dari Bandara Palangka Raya, Sampit, maupun Pangkalan Bun.

Kepada Borneonews, Ati menyebut akan membahas persoalan itu pada Senin (29/5/2018) kemarin. Namun karena terbentur jadwal rapat yang lain, Dishub menunda agenda tersebut. “Nanti akan dirapatkan lagi terlebih dulu mengenai (opsi penambahan jadwal penerbangan) itu,” kata Ati, Selasa (29/5/2018).

Mahalnya tiket pesawat mesti ditanggapi. Karena jika dilihat dengan aplikasi pembelian tiket online, sejak Jumat (8/5/2018) atau H-7 Lebaran, rata-rata harga di atas Rp2 juta dari harga tiket tarif batas atas yang hanya Rp1,3 juta. (ROZIQIN/B-3)