PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Banyaknya Gepeng (gelandangan dan pengemis) saat bulan Ramadan, khususnya di Palangka Raya menjadi perhatian Anggota DPRD Kalimantan Tengah. Dinilai ini bukti pemerintah gagal menyejahterakan rakyatnya.

"Gepeng ini kalau keluyuran berarti tandanya pemerintah kita kurang bisa mensejahterakan rakyatnya," ujar Ketua Komis C DPRD Kalteng, Syamsul Hadi, Rabu (30/5/2018).

Politisi PPP ini juga menyayangkan banyaknya gepeng berkeluyuran, namun pemerintah seperti sengaja tidak memperhatikan nasib mereka.

"Selain sebagai simbol pemerintah gagal mensejahterakan masyarakat, gepeng ini juga membuat sedikit kumuh jika tetap dibiarkan," tambahnya.

Karena itu dia mengharapkan ke depan pemerintah daerah bisa mengatasi gepeng dan memberikan program kerja atau pelatihan yang sesuai bagi mereka.

--page

Dengan begitu mereka memiliki kemampuan untuk bekerja dan mengubah kehidupan sosialnya lebih baik.

"Gepeng ini memang sudah tidak terlihat di pinggir jalan, namun di pasar-pasar masih banyak, bahkan nekat meminta dari pintu ke pintu rumah masyarakat," tambahnya. (GAZALI/B-6)