KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan - Air Sungai Katingan sejak dua hari terakhir keruh kekuningan dan bercampur lumpur.

Keruhnya air Sungai Katingan ini karena diduga beberapa faktor, di antaranya adanya penambangan tanpa izin di bagian hulu atau Utara Katingan, dan juga curah hujan tinggi menyebabkan tanah atau kawasan perbukitan longsor.

Menurut pantauan borneonews.co.id Rabu (30/5/2018) di sekitar Pelabuhan Lama Kampung Banjar Kasongan, air Sungai Katingan itu tampak keruh dan terlihat kekuningan bercampur lumpur. 

Sejumlah warga sekitar mengaku keruhnya air sungai ini terjadi sejak kemarin. "Iya dari kemarin sampai hari ini kondisi air Sungai Katingan bertambah keruh dari yang sudah keruh sebelumnya," ujar Liman, warga sekitar Pelabuhan Lama Kampung Banjar.

Menurutnya, keruhnya air Sungai Katingan ini membuat dirinya terganggu. Pasalnya, selama ini keluarganya mandi dan cuci serta buang air besar di sungai ini. "Ya pas kemarin sore mandi serasa masih ada lumpur yang menempel, karena memang airnya sangat keruh berwarna kuning, seperti tanah liat," imbuhnya.

--page

Sementara dari pantauan di atas Jembatan Sei Katingan, tampak terlihat kondisi air Sungai Katingan itu keruh sepertinya bercampur lumpur.

Bahkan tidak jarang ada pengguna jalan yang melintas di jembatan ini sempat beberapa saat memandangi Sungai Katingan yang keruh itu saat antrean buka tutup jalan karena ada poyek pengecatan jemnatan. (ABDUL GOFUR/B-5)