BORNEONEWES, Pangkalan Bun - Pada pelaksanaan Salat Idul Fitri tahun ini, Kementerian Agama Kotawaringin Barat (Kobar) akan menyeragamkan tema, yakni tentang Islam Rahmatan Lil’alamin, agama yang menjajarkan kasih sayang kepada sesama.
Tema ini berkaca pada kejadian baik di Mako Brimob Jakarta maupun teror bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya beberapa pekan lalu. Sehingga perlu ada pencerahan kepada umat Islam melalui khotbah Idul Fitri 1539 H.
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Kementrian Agama Kotawaringin Barat (Kobar), Subiono Faqih mengatakan, Kementerian Agama Kobar akan membuat sebuah buku khotbah yang temanya mengajak kaum muslimin untuk lebih memahami bahwa Islam adalah agama yang Rahmatan Lil’alamin.
Buku khotbah itu tidak harus dibaca apa adanya tapi bisa untuk bahan referensi bagi khatib di wilayah Kobar. “Tidak harus membaca buku khotbah yang akan kami edarkan, yang penting substansinya atau menggunakan tema yang sama," tegas Subiono, Rabu (30/5/2018).
Menurutnya, jangan menganggap wilayah Kobar tidak terdapat bibit-bibit yang mengarah pada tindakan terorisme berkedok menggunakan istilah jihad. Terbukti beberapa tahun lalu pernah ada seseorang yang datang kepadanya minta izin untuk berangkat ke Afganistan dengan tujuan ikut jihad.
--page
Jihad yang benar adalah ingin mengubah sesuatu kondisi agar lebih baik dengan cara yang benar. Pandangan jihad menurut mereka yang sering melakukan tindakan teror itu salah. “Jihad tidak harus merusak, apalagi membunuh," tekannya.
Sebetulnya, menurut Subiono, fanatik itu penting, namun untuk diri sendiri. Artinya, kita harus menganggap apa yang kita yakini adalah yang paling benar namun bukan berarti yang diyakini oleh orang lain itu salah. (MASROHAN/B-2)








