KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan - Pemilik keramba ikan di Sungai Katingan di Kasongan dan sekitarnya khawatir dengan kondisi air sungai yang semakin keruh dan bercampur lumpur sejak dua hari terakhir.

Jika kondisi air keruh dan bercampur lumpur ini berlangsung lama maka ikan yang ada di keramba dimungkin akan banyak mati.

"Beberapa saat yang lalu pernah juga tiba-tiba air Sungai Katingan keruh dan percampur lumpur sama dengan yang saat ini, dan menyebabkan ikan keramba kita saat itu banyak mati," tutur Anang salah seorang pemilik keramba ikan di Kampung Banjar Kelurahan Kasongan Lama, Rabu (30/5/2018).

Padahal, kata Anang saat itu kondisi air yang keruh bercampur lumpur dengan warna kekuningan itu berlangsung tidak lebih dari seminggu.

Akan tetapi sudah membuat banyak ikan kerambanya yang mati, terutama yang umurnya kurang dari dua bulan.

--page

"Kita khawatir sih kalau kondisi air ini akan terus keruh seperti ini, sebab yang dulu saja banyak ikan keramba kita mati," katanya.

Anang mengaku memang saat ini masih belum terlihat pengaruh dari air sungai yang keruh ini. "Mungkin karena ikan yang ada di keramba sudah besar-besar siap panen, atau karena memang kondisi keruh ini baru kemarin," katanya.

Meski belum ada ikan yang mati, namun ia tetap khawatir dengan perubahan air sungai yang makin keruh ini.

Anang memngaku hanya memelihara ikan jenis nila saja, sebab ikan jenis ini diyakini tahan terhadap penyakit dan kondisi air ekstrim.

"Dulu pernah melihara ikan emas, tapi setelah air sungai berangsur keruh, kita sudah dua tahun ini hanya memelihara jenis nila karena lebih tahan," imbuhnya. (ABDUL GOFUR/B-5)