SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit- Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Dani Rakhman, mendesak pemkab dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mencari jalan keluar untuk mengatasi abrasi di Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit.

"Apabila tidak diselesaikan secepatnya dikhawatirkan berdampak luas dan menimbulkan kerugian yang besar khususnya bagi daerah," kata Dani Rakhman, Rabu (30/5/2018).

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kotim itu juga mendesak pemkab aktif menyampaikan persoalan abrasi tersebut ke pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Terlebih kawasan Ujung Pandaran rencananya dicanangkan jadi objek wisata yang dibangun dengan dana puluhan miliar rupiah.

Menurutnya, jika tidak dibantu dana dari pemerintah pusat, sulit bagi pemerintah kabupaten ataupun pemerintah provinsi mengatasinya. Apalagi kondisi keuangan daerah terbatas. 

--page

Maka dari itu harus ada aksi nyata dan cepat untuk menanganinya. Bahkan, ia khawatir abrasi semakin meluas dan merusak objek wisata di Ujung Pandaran jika tidak segera ditangani.

"Karena kalau daerah ini menunggu membahas APBD perubahan di penghujung tahun nanti, iya kalau ada anggaranya yang bisa dialihkan, kalau tidak ada? Maka dari itu saran kami usulkan ke pusat," tuturnya. (NACO/B-3)