BORNEONEWS, Sampit - Petrus Priyanto Geger pemilik akun Facebook Pryianto Geger menyebut komentarnya yang dilontarkan di facebook tidak ada niat melecehkan masyarakat Kotim.
Menurut Geger, Rabu (30/5/2018) komentarnya yang menyebut "Kabupaten munafik kotim itu" hanya sebagai luapan kekecewannya atas janji pemerintah yang hingga saat ini belum terealisasi di daerah mereka, seperti infrastruktur jalan dan listrik.
"Kampanye bupati tidak terbukti wajar menurut saya berbicara munafik. Tapi jika dalam hal ini menyinggung masyarakat tidak demikian maksud saya. Toh saya sendiri masyarakat Kotim, sama saja saya melecehkan diri saya," ucap Geger.
Geger akui dalam kementarnya itu tidak ada pengecualian yang disebutkan. Dari itu, dia meminta maaf jika ada masyarakat yang merasa tersinggung.
Jika ada yang mengartikan lain menurut Geger itu hanya kesalahpahamam saja.
--page
"Intinya saya tidak mengarah pada masyarakat. Sekali lagi saya minta maaf jika ada yang tersinggung," tegasnya.
Terkait dilaporkannya dia ke Polres Kotim Geger juga akan mengambil upaya lain. Secara tegas, ia akan melaporkan pemilik akun yang sengaja memviralkan komentarnya itu.
"Karena saya sebagai masyarakat Kotim punya hak untuk komentar. Yang melapor apa tahu arti munafik? Bagi pemahanan saya munafik itu pembicaaraan yang tidak sesuai dengan perilaku dan tindakan," tandasnya.(NACO/B-11)








