BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memeriahkan Hari Tanpa Tembakau Sedunia dengan menggelar pengecekan kadar CO paru-paru dan darah akibat asap rokok.
Ahli Gizi Dinas Kesehatan Kalteng, Irma Afsesta menjelaskan pengecekan ini sebagian dari sosialisasi Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
"Pengecekan ini untuk menyadarkan masyarakat bahwa rokok itu sangat berbahaya. Dalam satu batang rokok ada ratusan zat kimia berbahaya," ujar Irna, Kamis (31/5/2018).
Selain berbahaya untuk perokok aktif, rokok juga sangat berbahaya untuk orang yang tidak merokok.
"Perokok aktif ini sebenarnya dia membagi penyakit, karena dengan asap yang dikeluarkan, meski teman di sampingnya tidak merokok juga sama berbahayanya," tambahnya.
--page
Dengan adanya pengecekan CO paru-paru dan darah ini nantinya masyarakat akan tahu seberapa sehat dan tidak sehat paru-paru bagi perokok maupun yang tidak merokok.
Irma berharap dengan adanya pengecekan kadar CO paru-paru dan darah bisa menimbulkan rasa takut kepada masyarakat untuk mengisap rokok. (GAZALI/B-6)








