BORNEONEWS, Sampit - Pemkab Kotawaringin Timur (Kotim) bersama masyarakat tengah memasang 1.000 geobag untuk pemecah ombak di Pantai Ujung Pandaran, Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit. Namun jumlah geobag sebanyak itu rupanya baru bisa mengatasi masalah abrasi sepanjang 200 meter saja.
"Diperkirakan kalau 1.000 karung itu terpasang, maka bisa membuat pemecah ombak sepanjang 200 meter," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim M Yusup, Kamis (31/5/2018).
Dirinya menerangkan bahwa geobag itu diperkirakan akan selesai dipasang sekitar 12 hari. Dimana saat ini pengerjaan terus berlangsung, bahkan malam hari sekalipun. Posko darurat abrasi juga sudah dibangun daerah tersebut.
Sementara dengan adanya terpasang geobag tersebut mereka berharap agar bisa mengurangi abrasi yang terjadi di pantai tersebut. Karena saat ini Pantai Ujung Pandaran tinggal beberapa meter saja. Bahkan kondisinya abrasi sudah mendekati jalan.
"Tinggal beberapa meter saja dari jalan, dan itulah yang kami upayakan agar bisa menahan abrasi tersebut," kata Yusup.
--page
Sehingga dengan adanya hal itu, maka kalau tidaj ditangani secara serius bukan tidak mungkin Pantai Ujung Pandaran tinggal kenangan saja. Karena sudah tergerus oleh abrasi yang terjadi. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








