SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sejumlah daerah di Kabupaten Kotim ternyata masih ada yang belum tersambung jaringan PDAM, sehingga terkendala mendapatkan air bersih. Salah satunya, Kecamatan Pulau Hanaut.

"Sampai saat ini belum ada sambungan PDAM. Memang ada jaringan PDAM yang terbangun sejak 2002 lalu, tapi belum dioperasikan," kata Camat Pulau Hanaut Eddy Mashami, Kamis (31/5/2018).

Akibatnya, warga di daerahnya tersebut cukup kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, seperti minum, cuci, dan mandi. Warga mengandalkan air dari Sungai Mentaya yang harus ditampung dan diambil di waktu-waktu tertentu agar tidak keruh.

"Di sini kalau mengambil air bersih hanya bisa saat sungai pasang di awal-awal," kata Eddy. 

Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan air minum dan masak, masyarakat di daerah tersebut harus menampung air hujan sebanyak-banyaknya. Dan apabila ada kemarau berkepanjangan, maka krisis air bersih pasti terjadi. 

--page

"Kalau kemarau, air sungai juga ikut asin, jadi tidak bisa diambil. Sehingga mereka terpaksa menunggu penyaluran air bersih dari pemerintah daerah atau membeli ke Sampit," kata Eddy. 

Eddy berharap agar jaringan PDAM yang sudah pernah dibangun di daerah tersebut bisa beroperasi. Sehingga kesulitan air bersih di daerah tersebut bisa teratasi. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)