BORNEONEWS, Palangka Raya – Temuan yang berdampak finansial atas laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) 2017, Kabupaten Seruyan menempati posisi tertinggi yaitu Rp 12,04 miliar.
Ini merupakan catatan BPK RI Perwakilan Kalteng, atas potret hasil pemeriksaan atas 15 entitas pemerintah daerah di Kalteng, yaitu terdiri 14 pemerintah kabupaten/kota dan 1 pemerintah provinsi.
Kepala BPK RI Perwakilan Kalteng, Ade Iwan Ruswana menjelaskan, temuan yang berdampak finansial ada dua jenis yaitu temuan kelebihan pembayaran dan temuan kekurangan penerimaan.
“Nilai temuan kelebihan pembayaran dan kekurangan penerimaan untuk Kabupaten Seruyan adalah Rp 12,043 miliar. Dari temuan ini, nilai penyetoran kembali ke kas daerah sebesar Rp 510,35 juta. Sehingga masih kurang setor Rp 11,553 miliar,” terang Ade Iwan.
Ade merincikan diantara total temuan itu, terdiri kekurangan volume/fisik, yang jika dinilai adalah Rp 862,09 juta. Kemudian ada temuan kekurangan volume fisik dan kelebihan pembayaran sebesar Rp 2,509 miliar.
--page
Dia berharap, tindak lanjut atas temuan tersebut diselesaikan oleh Pemkab Seruyan dengan segera sehingga tidak menumpuk pada tahun berikutnya. (ROZIQIN)








