PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Sesuai rencana strategis lima tahunan, Baznas Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) telah menyusun data atau jumlah masyarakat miskin yang harus dientaskan.

Namun, dari data yang telah tersusun, belum semuanya terbantu lantaran Baznas terkendala minimnya zakat yang diterima dari masyarakat.

Demikian disampaikan Ketua Baznas Kobar Suhartono Basran, Sabtu/2/6/2018).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kobar, masih terdapat 33.332 jiwa atau 9.842 kepala keluarga miskin di Bumi Marunting Batu Aji. “Yang paling banyak berada di Kecamatan Kumai yakni 2.932 kepala keluarga atau 11.137 jiwa,” sebut Suhartono.

Ia melanjutkan, selama ini memang sudah banyak zakat dan sedakah yang disalurkan oleh perorangan. Namun pendekatan penyalurannya berbeda dengan yang dilakukan Baznas.

--page

Baznas, katanya, bukan sekadar memberi namun masyarakat yang masih tergolong miskin dimotivasi dan diberi bantuan modal untuk bisa berkembang dengan membuat usaha kecil.

Disampaikan juga kalau semua diberikan sembako atau uang untuk dibelanjakan, kemungkinan dua atau tiga hari akan habis. Namun bila mereka yang dalam kondisi miskin diberi motivasi dan modal, diharapkan mampu memenuhi kebutuhan hidu sehari-hari secara mandiri.

Oleh karena itu, sangat diharapkan baik perorangan maupun perusahaan bersedia menyerahkan zakat kepada Baznas untuk bisa dikelola agar angka kemiskinan di wilayah Kobar dapat dikurangi.

Diakui Suhartono, dari pemberian bantuan modal kepada 126 pedagang  pada 2017, tidak semuanya berhasil. Karena dengan bantuan yang berkisar Rp1,2 juta sampai Rp1,5 juta bisa habis ketika misalnya mendadak terdapat keluarga yang sakit, sehingga uang itu akhirnya digunakan untuk biaya pengobatan. (MASROHAN/B-3)