KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas -  Sempat terjadi miskomunikasi antar-pasangan calon (paslon) bupati/wakil bupati Kapuas di awal sesi empat pada debat yang digelar KPU setempat malam ini.

Pasangan nomor urut dua Mawardi tidak paham tentang pertanyaan yang di ajukan dari pasangan nomor urut satu tentang arti dari stunting.  Sehingga pasangan nomor dua meminta respon dari pasangan nomor satu terkait stanting tersebut.

Untuk selanjutnya pertanyaan nomor dua terkait dengan jaminan kesehatan. Respon jawaban dari pasangan nomor dua membantah pernyataan nomor satu. Bahwa secara realisasi belum terpenuhi 70 persen.

Paslon nomor satu sempat terbata-bata mengucapkan responnya. Berkaitan dengan kesehatan tersebut pada akhir sesi empat.

Pada sesi lima saling sindir antara Ben Brahim dan Muhajirin berkaitan dengan angka kemiskinan.

--page

Paslon satu memberikan pernyataan terkait kemiskinan sudah menurun. Serta respon yang diberikan oleh paslon nomor dua masih sindir ke paslon nomor urut satu. Bahwa pada saat Muhajirin masih menjabat jadi Wakil Bupati Kabupaten Kapuas tidak pernah dilibatkan.

Paslon nomor satu memberikan pertanyaan terkait tata kota. Respon dari nomor dua harus diberlakukan perda berkaitan dengan tata kota.

Pasangan urut nomor dua memberikan peryataan bahwa belum ada perubahan terkait perubahan di pelabuhan. (HARDI/B-5)