PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Warga net geram dengan sapi yang berkeliaran di Jalan Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama. Pasalnya, salah seorang warga Pangkalan Bun tewas akibat motor yang dikendarainya menabrak sapi yàng banyak berkeliaran di jalur sekitar Kelurahan Raja Seberang, Sabtu (2/5/2018) malam.

Pada beberapa postingan di grup Facebook Informasi Fasilitas Layanan Publik Pangkalan Bun yang menuliskan tentang kecelakaan tersebut. Rata-rata warga net menumpahkan rasa kesal dan marah melihat banyaknya sapi warga yang berkeliaran dan berpotensi membahayakan keselamatan berlalu lintas.

Seperti komentar pada postingan Mohammad Imam Sdr yang menjelaskan tentang kecelakaan itu. Beberapa warga net menuliskan pemilik sapi yang melepas hewan ternaknya di tempat tersebut seakan tidak mau bertanggung jawab bila ada warga yang menjadi korban akibat menabrak sapinya.

Atas komentar tersebut akun Facebook Bang Zoom menuliskan komentarnya. "Kalo ada yg menabrak sapi nggak ada yang ngaku punya sapi, coba kalo sapinya ada yg beranak pasti ngaku semua," tulisnya.

Kemudian, akun Facebook Kasiran menuliskan komentarnya agar ada penertiban sehingga kejadian tersebut tidak berulang kembali.

"Masalahnya sapi sapi dijalan gak ada yang diikat dan liarkan. Sebaliknya sapi sapi itu diternak tidak liarkan, dikandangkan sehingga tidak mengganggu lalulintas. Nanti kalau sapi tertabrak mobil sopirnya disalahkan, padahal peternak sendiri yang membiarkan sapi berkeliaran di jalan raya. Mohon Distanak tertibkan peternak sapi di seberang mendawai khususnya di jalan negara," tulisnya.

--page

Kemudian pada postingan yang dituliskan oleh akun Facebook Irwan Syah yang berbunyi ; "Assalamualaikum.... Haloo pihak terkait baik itu dari Pemkab KoBar, dinas peternakan, SatpolPP dan pihak lainnya termasuk para pemilik sapi... Sdh ada korban meninggal nich... Gara2 nabrak sapi... Menurut kalian solusi nya bagaimana??Apakah sapi lebih berharga dari nyawa manusia???#Masa_harus_nunggu_korban_berikutnya

#Jalan_raya_bukan_kandang_sapi

#ini_salah_siapa" 

Kemudian, terdapat beberapa usulan warga net agar kecelakaan yang disebabkan berkeliarannya sapi milik warga di ruas jalan tersebut bisa dipatuhi oleh pemilik sapi.

Seperti yang dituliskan akun Saliem PunyaGawe. Menanggapi postingan tersebut ia mengutarakan pendapatnya.

"Wlkmslm wr.

Mohon maaf sekedar berpendapat karena sudah  di  Tag.

Saya yakin pemerintah sudah memiliki solusi yang tepat mengenai hal ini. Jika saya yg punya akses kesana maka yg saya lakukan adalah: 

1. Wujudkan peternakan sapi secara terpadu dengan memanfaatkan areal kosong yg ada

2. Membuat program pengembangan peternakan sapi.

3. Penerangan & Rambu Jalan, terutama Titik yang rawan kecelakaan.

4. Lakukan pengawasan & penertiban ternak sapi atau hewan ternak lain yg dekat area pemukiman / jalan raya,"  tulisnya.

Kemudian warga net yaitu akun Facebook Eko Kurniawan mengusulkan agar warga  membuat petisi meminta ganti rugi bila ada korban akibat keberadaan sapi- sapi tersebut.

"Ayo warga Kobar, bikin petisi rame-rame! Ambil sapinya buat ganti rugi si korban, pasti mencungul (muncul) am yang punya?" tulisnya. (WAHYU KRIDA/B-2)