SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Jajaran Polres Kotawaringin Timur (Kotim) memperketat pengamanan di 21 gereja yang ada di Kotim, terutama di Kota Sampit, Minggu (3/6/2018). Hal itu menyusul aksi teror bom di Surabaya yang menyerang tiga gereja dan memakan puluhan korban beberapa waktu lalu.

Polres Kotim ingin memberikan rasa aman terhadap umat Nasrani yang melaksanakan ibadah di hari Minggu. Apalagi, di Kotim cukup banyak gereja. Di daerah Kecamatan Ketapang dan Baamang sedikitnya memiliki gereja dengan total 21 gedung.

"Pengamanan ekstra terus kami lakukan. Bukan hanya dari Polres Kotim saja, personel Brimob juga dikerahkan untuk sterilisasi gereja yang digunakan umat Nasrani untuk beribadah. Total di dalam kota ada 21 gereja," kata Kapolres Kotim, AKBP Mohammad Rommel, Minggu (3/6/2018).

Polres Kotim mengerahkan 131 personel, sementara dari Detasemen Brimob menurunkan personel dua pleton atau setara 100 personel. Seluruh anggota yang tergabung ada yang berpakaian senjata lengkap dan ada yang menggunakan pakain Satlantas. 

Hal itu untuk mencegah aksi yang membahayakan dan melancarkan arus lalu lintas sekitar lokasi. "Di setiap gereja ada personel yang ditugaskan untuk pengamanan. Mudah-mudahan ini bisa memberikan rasa aman, nyaman dan kelancaran ibadah yang dilakukan umat Nasrani. Sejauh ini di Kotim situasinya kondusif," lanjut Rommel. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-2)