BORNEONEWS, Sampit - Keluarga Petrus Pryanto Geger turut angkat bicara atas laporan yang dilayangkan Nurahmam Ramadani atas dugaan pelecehan terhadap Kabupaten Kotim setelah cuitan Geger menyebut "Kabupaten munafik kotim itu".
"Kita tidak khawatir apapun akan kita hadapi. Baik secara hukum dan apapun itu, kita akan hadapi kemanapun sampai dimanapun dan siapapun itu," kata Menteng Asmin, keluarga Geger, Minggu (3/6/2018).
Menteng yang didampingi Geger menyebut, dalam komentar Geger melalui akun facebooknya itu tidak untuk melecehkan masyarakat Kotim. Namun lontaran itu kritikannya kepada Pemkab Kotim yang dinilai mengeluarkan pernyataan melalui Satpol PP tidak berdasar sama sekali.
"Harusnya tidak seperti itu. Jangan buat Kotim yang sudah adem ayem ini jadi tidak kondusif. Buktinya saat ini banyak warung yang buka, apa tindakan dari Satpol PP yang merupakan bagian pemerintah ini," kata aktivis di Kalteng ini.
Soal itulah, Geger hingga melontarkan pernyataan tersebut di link berita Satpol PP itu. "Sekali lagi saya tegaskan saya bukan melecehkan masyarakat Kotim," tandasnya.
--page
Soal laporan itu, Geger sudah mendapat dukungan dari kalangan keluarganya. Bahkan, pengacara keluarganya dari Banjarmasin dan Palangka Raya termasuk Menteng siap membelanya.
Geger dilaporkan ke Polres Kotim oleh Nurahman Ramadani atas dugaan pelecehan setelah cuitannya di akun media sosial facebooknya. (NACO/B-2)








