BORNEONEWS, Puruk Cahu - Kericuhan pendemo yang kecewa tidak hanya terpusat di depan pintu gerbang masuk areal tambang PT Indomuro Kencana (IMK), namun juga menjalan ke fasilitas IMK lainnya yang berada di luar eral tambang.
Salah satu fasilitas IMK, yaitu kantor CSR dirusak, bahkan diduga sempat dijarah. Seluruh kaca kantor pecah dan berbagai perlengkapan kantor dirusak dan berhamburan.
Sementara itu, terkait kericuhan yang terjadi di IMK, baik pihak pemerintah dan pihak aparat kepolisian belum bisa dikonfirmasi.
Sebelumnya diketahui, telah ada rumusan kesepakatan bersama antara warga Mangakahui dan pihak IMK, yakni membolehkan masyarakat meminta jatah menambang di IMK dengan beberapa persyaratan.
Penandatanganan kesepakatan telah dilaksanakan Jumat, 1 Juni 2018 lalu di Kantor Kecamatan Tanah Siang Selatan, disaksikan juga Plt Bupati H. Darmaji, Kapolres Mura AKBP Esa Estu Utama, Dandim 1013 Muara Teweh dan Ketua DPRD Mura.
--page
Sementara itu, aksi massa yang mengakibatkan kericuhan terjadi menurut informasi bukan dari warga Mangakahui namun dari warga luar desa sekitar PT IMK yang ingin juga mendapatkan jatah menambang. (TRISNO/PP/B-2)








