JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Emiten perkebunan, PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT), berencana membangun pabrik kelapa sawit (PKS) baru di Kalimantan Timur dengan menyiapkan dana investasi mencapai Rp280 miliar. 

Direktur Utama BWPT, Nicolaas B Tirtadinata, di sela penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan perseroan di Jakarta, belum lama ini, mengatakan pabrik kelapa sawit dengan kapasitas 60 ton per jam tersebut akan mulai dibangun pada kuartal IV tahun ini. 

Di samping membangun PKS baru, perseroan juga berencana membangun bulking station di Kalimantan Timur dengan kapasitas simpan sebesar 4.000 MT. 

"Rencana pembangunan PKS ini sebagai langkah untuk mengolah tandan buah segar (TBS) dari kebun inti dan plasma perusahaan, seiring bertambahnya tanaman menghasilkan memasuki usia prima pada dua tahun mendatang," paparnya. 

Menurut Nicolaas, pembangunan pabrik baru ini diharapkan dapat menerima dan  mengolah TBS dari kebun  masyarakat sekitar perseroan sebagai bagian dari kemitraan, sehingga kelangsungan usaha bisa berkelanjutan. 

--page

"Diperkirakan PKS baru ini akan beroperasi secara komersial pada tahun 2020," paparnya.

Adapun pada 2018, perseroan tengah menyelesaikan PKS kesembilan yang dibangun di Papua, yang diharapkan beroperasi pada September 2018 mendatang. 

PKS di Kabupaten Keerom ini memiliki kapasitas produksi mencapai 45 ton per jam yang bisa ditingkatkan hingga 90 ton per jam.

Saat ini, perseroan telah memiliki delapan PKS yang berlokasi di Kalimantan dengan total kapasitas produksi sebesar 2,5 juta ton per tahun. 

"Jika PKS di Papua telah beroperasi pada September ini, maka total kapasitas produksi akan bertambah menjadi 2,85 juta ton per tahun," tegasnya. (NEDELYA RAMADHANI/m)